Tiga Tahun di Al-Junaidiyah Biru, Rektor IAIN Palopo Tausiah Halal Bi Halal

Rektor IAIN Palopo, Dr. Abbas Langaji, hadir dalam Halal Bi Halal yang digelar Rabithah Khirrij (Ikatan Alumni) Al-Junaidiyah Biru Cabang Bone, di Kompleks Pondok Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru, Ahad, 14 April 2024.

Hadir bersama istri, Dr. Abbas sampaikan Hikmah Halal Bi Halal di hadapan ratusan alumni dari berbagai angkatan, termasuk adik tingkatnya sewaktu di pondok, H. Muh. Tonang, S.Ag., M.Ag, yang sekarang menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam tausiahnya, ia mengawali cerita tentang bagaimana dirinya mengenyam pendidikan menengah di 3 pondok, di Ponpes Datuk Sulaeman Palopo 1 setengah tahun, di Ponpes Al-Junaidiyah Biru Bone 3 tahun dan di MANPK Makassar 1 tahun.

“Saya ini tidak tamat aliyah, hanya1 tahun di MANPK. Kita tahu, MANPK itu sangat selektif menerima santri. Saya difasilitasi Bazis Bone saat itu, dengan modal identitas KTP domisili Bone, saya akhirnya diterima. 1 tahun mondok di MANPK, saya ketahuan kalau saya itu asli Palopo. Maka oleh pihak pondok, saya diminta pindah dengan alasan tadi”.

Lanjutnya, “Dimasa transisi pindah itu, saya akhirnya menganggur dan memilih untuk bekerja. Mulai dari tukang batu, jadi kondektur mobil hingga mabbagang (baca : pekerja tambak ikan) saya geluti. Sampai akhirnya oleh KH. Azis saat itu, mengajak saya kembali ke Ponpes Datuk Sulaeman Palopo hingga menyelesaikan pendidikan di tingkat aliyah”, cerita Dr. Abbas.

Baginya, pondok pesantren khususnya Al-Junaidiyah Biru, banyak memberi berkah dalam hidup dan karirnya yang secara tidak langsung membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri, termasuk dalam jabatan Rektor IAIN Palopo yang diembannya saat ini.

Di akhir tausiahnya melalui Halal Bi Halal yang digelar, Dr. Abbas mengajak hadirin meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang berjiwa pemaaf.

“Konteks Halal Bi Halal adalah saling memaafkan, jadi mari kita mencontoh guru-guru, orang tua, bahkan Nabi kita Muhammad SAW, untuk menjadi manusia yang pemaaf”, pungkasnya.