SEBELUM RAMADHAN MENYAPA
Sebelum gema sahur pertama mengetuk jendela-jendela doa,
izinkan aku merendahkan hati yang mungkin terlalu lama berdiri tegak dalam keangkuhan.
Jika langkah ini pernah menjauh ketika seharusnya mendekat,
jika tangan ini pernah abai saat engkau membutuhkan pelukan,
jika lisan ini tajam melebihi pedang dan melukai tanpa kusadari,
jika diamku lebih menyakitkan daripada amarah,
jika prasangka buruk pernah kubiarkan tumbuh tanpa tabayyun,
dan jika janji yang terucap pernah gugur sebelum ditepati,
maka dengan jiwa yang gemetar,
aku memohon ampun atas segala salah dan khilaf yang mungkin tak sempat kuperbaiki.
Sebelum bulan suci menjadi saksi,
biarlah kita saling membersihkan luka yang tersisa,
agar tak ada dendam yang ikut berpuasa bersama kita.
Aku tak ingin membawa hati yang retak
menuju sajadah yang seharusnya menjadi tempat kembali.
Jika pernah ada air mata yang jatuh karena sikapku,
biarlah malam ini menjadi saksi penyesalanku.
Sebelum Ramadhan benar-benar tiba,
izinkan aku mengetuk pintu maafmu,
bukan sekadar kata,
melainkan doa yang sungguh-sungguh lahir dari kedalaman jiwa.
MARHABAN YA RAMADHAN 1447 H/ 2026 M
Mohon maaf lahir dan batin.
EndyNU
Be One, 16/2/2026