MA Al-Junaidiyah Biru “Duta Hijau” di Lokakarya PPLH Puntondo

Langkah nyata menjaga bumi harus dimulai dari bangku sekolah. Semangat inilah yang melandasi penunjukan Madrasah Aliyah (MA) Al-Junaidiyah Biru oleh Kementerian Agama Kabupaten Bone sebagai salah satu delegasi dalam kegiatan lokakarya lingkungan hidup.

Bersama dengan 14 perwakilan madrasah lainnya se Kabupaten Bone, MA Al-Junaidiyah Biru dipilih untuk mengikuti lokakarya yang diinisiasi oleh Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo. Kegiatan berlangsung di Aula Lamellong, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Rabu, 29 April 2026.

Lokakarya ini mengusung tema “Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup Dalam Skala Global di Satuan Pendidikan”. Meski skalanya global, tujuannya sangat membumi yaitu mengubah kebiasaan.

Lokakarya berfokus bagaimana perilaku cinta lingkungan bukan sekadar teori di buku cetak, tapi menjadi karakter dan pembiasaan sehari-hari bagi siswa sejak dini di sekolah dan madrasah.

PPLH Puntondo, yang berpusat di Kabupaten Takalar, hadir di Bone untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Hal ini penting, karena pendidikan lingkungan tidak bisa berdiri sendiri, ia butuh dukungan kebijakan dari instansi terkait dan semangat eksekusi dari pihak madrasah.

PPLH Puntondo sendiri yang selama ini dikenal sebagai “laboratorium alam” otentik di Sulawesi Selatan, berhasil memadukan konsep konservasi alam dengan kurikulum pendidikan, sehingga generasi muda tidak hanya belajar tentang pohon, tapi belajar bersama alam.

Dipilihnya MA Al-Junaidiyah Biru, menunjukkan bahwa madrasah ini dinilai memiliki kesiapan dan komitmen untuk menjadi pelopor sekolah ramah lingkungan di Bone.

Lokakarya ini diharap dapat membawa “virus hijau” ke lingkungan sekolah, mulai dari pengelolaan sampah yang lebih baik hingga penghematan energi.

Langkah ini juga diharap dapat menjadi awal dari lahirnya generasi muda Bone yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki empati tinggi terhadap kelestarian bumi.