Kolom Alumni

Singgah yang Tidak Kekal

Imam Syafi’i mengajarkan bahwa kehidupan dunia tidak lebih dari tempat persinggahan yang sementara. Manusia hadir di dalamnya bukan untuk menetap selamanya, melainkan untuk menyiapkan bekal menuju kehidupan yang lebih abadi. Kesadaran semacam ini melahirkan cara pandang yang tenang terhadap kehidupan: tidak terlalu larut dalam kesenangan,…
Baca ...

Menutup Aib, Menyucikan Hati

Menutup Aib, Menyucikan Hati Zaenuddin Endy Koordinator LTN JATMAN Sulawesi Selatan Ajaran tasawuf selalu menempatkan hati sebagai pusat dari seluruh perilaku manusia. Dalam kerangka ini, Syekh Abdul Qadir Jaelani mengajarkan…

Menyelami Hakikat Keberadaan

Oleh: Zaenuddin Endy Koordinator LTN JATMAN Sulawesi Selatan Dalam tradisi spiritual Islam, terdapat satu ungkapan yang sarat makna metafisis sekaligus eksistensial: laa maujuuda illa Allah (tidak ada yang benar-benar maujud…

Menilai Makna, Bukan Nama

Dalam kehidupan intelektual maupun sosial, manusia sering terjebak pada satu kecenderungan yang tidak disadari, yakni menilai suatu pemikiran berdasarkan siapa yang mengucapkannya. Gelar akademik, jabatan sosial, popularitas,…

Cinta yang Terbukti dalam Ketaatan

Cinta dalam tradisi spiritual Islam tidak pernah berhenti pada ungkapan perasaan. Ia bukan sekadar emosi yang bergetar di dalam hati, tetapi energi ruhani yang menuntut pembuktian nyata. Dalam pandangan para ulama dan sufi, cinta sejati…

Bersyariat adalah Bertarikat

Sering kali orang memandang syariat dan tarekat sebagai dua jalan yang berbeda. Syariat dianggap wilayah hukum, aturan, dan kewajiban lahiriah, sementara tarekat dipahami sebagai jalan spiritual yang bersifat batiniah. Padahal dalam tradisi…

Support By Media Centre Al-Junaidiyah