Wisuda Akbar Al-Junaidiyah Biru, 254 Santri Resmi Ditamatkan

Suasana haru dan bangga menyelimuti Ballroom Sentosa Novena Hotel Watampone pada Ahad (24/5/2026). Ratusan santri Pondok Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru Kabupaten Bone resmi dikukuhkan dalam acara Wisuda Tahfizh (10, 20, 30 Juz), Wisuda Mumtaz, sekaligus Penamatan Santri.

Acara ini berlangsung megah namun tetap khidmat, dihadiri oleh jajaran tokoh penting Kabupaten Bone, mulai dari Wakil Bupati Bone Dr. H. A. Akmal Pasluddin, Plt. Kepala Kantor Kemenag Bone Dr. H. Muhamad Subhan, unsur Forkopimda (Danrem 141/Toddopuli, Kapolres, Dandim 1407), Rektor IAIN Bone, hingga pimpinan ormas keagamaan seperti NU, MUI, dan Baznas Bone.

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah Wisuda Mumtaz. Para santri diuji langsung oleh Prof. Dr. Alimin Mesra, S.Ag., M.Ag., penemu Metode Cara Cepat Memahami Bahasa Arab “Mumtaz”, yang juga merupakan alumni pertama Madrasah Aliyah (MA) Mahad Hadits Al-Junaidiyah Biru.

Didampingi oleh Dr. Muslihin Sultan dan Muammar Dahlan, SH., MH., prosesi ini menjadi bukti nyata kualitas akademik luar biasa yang dicetak oleh Pesantren Al-Junaidiyah.

Selain itu, prosesi Khotmil Quran yang diikuti oleh 85 santri dari Madrasah Tahfizul al-Quran (MTaQ) juga berjalan dengan syahdu. Sebelum puncak acara hari ini, mereka telah menuntaskan tradisi Simaan Akbar di Masjid Rizqullah Al-Junaidiyah pada 21–22 Mei 2026 lalu.

Total ada 254 santri dari berbagai jenjang pendidikan (mulai dari MTs, MA, hingga Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha dan Ulya) yang mengikuti prosesi penamatan dengan penuh bahagia.

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Junaidiyah, Dr. H. Abul Khair, M.Sy., mengingatkan kembali esensi dari kehidupan pesantren yang tidak mudah.

“Menjadi santri bukan perkara gampang. Harus berpisah dari keluarga dan menyesuaikan diri dengan kehidupan asrama. Namun di sinilah tempat khusus untuk tafakkuh fiddin (mendalami ilmu agama). Al-Junaidiyah menyiapkan mereka agar siap menghadapi tantangan hidup dunia maupun ukhrawi,” ujarnya hangat.

Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua Pembina Yaspem Biru, Dr. H. Bahri Mappiasse, M.Ag., yang bangga karena Al-Junaidiyah konsisten melahirkan generasi hafiz dan ilmuwan agama setiap tahunnya. Ia berpesan agar ilmu yang didapat betul-betul dijaga dan diamalkan.

Pesan jenaka namun sarat makna juga disampaikan oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Bone, Dr. H. Muhamad Subhan. Sebagai sesama alumni Al-Junaidiyah, ia menegaskan bahwa menuntut ilmu tidak ada kata tamat.

“Bagi para alumni, terus lanjutkan pendidikan. Sekolah dulu, bekerja dulu, baru menikah! Dan yang terpenting, utamakan adab dan akhlak. Saya sendiri merasakan, karier dan keberkahan hidup saya dimulai dari pesantren ini,” kenangnya disambut senyum para hadirin.

Diakhir kegiatan, Wakil Bupati Bone, Dr. H. A. Akmal Pasluddin, SP, M.M., menutup dengan ungkapan rasa bangga Pemerintah Kabupaten Bone atas kontribusi besar Al-Junaidiyah dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan bertakwa.

“Selamat kepada seluruh orang tua yang telah memercayakan anaknya di Al-Junaidiyah. Hasil nyata, haru, dan membanggakan itu bisa kita lihat bersama-sama hari ini,” pungkasnya.

Prosesi penamatan ini bukanlah akhir dari sebuah cerita, melainkan babak awal dari perjalanan panjang yang sesungguhnya. Selamat mengamalkan ilmu di tengah masyarakat, para santri. Doa orang tua dan berkah pesantren kini melekat di pundak kalian.