Tanwir al-Qulub: Cahaya di Relung Hati

Tanwir al-Qulub: Cahaya di Relung Hati
Oleh:Zaenuddin Endy

Dalam sunyi malam yang hening,
kubuka lembaran dengan hati bening.
Tanwir al-Qulub, kitab penuh nur,
mengalirkan hikmah dari samudra yang luhur.

Syekh Amin al-Kurdi yang arif bijaksana,
menuntunku menuju cahaya utama.
Akidah ditegakkan dalam iman yang kuat,
dengan syariat yang rapi dan akhlak yang hebat.

Ia ajarkan cinta tanpa riya,
dzikir yang tenang, jauh dari dusta.
Jalan ruhani ditunjuk dengan sabar,
melalui taubat, ikhlas, dan sabar yang besar.

Bukan sekadar teori dan tulisan,
namun nyawa hidup dalam tuntunan.
Ia sulut api rindu dalam jiwa,
menuju Allah, Sang Cinta yang Esa.

Syariat dan hakikat ia rangkai padu,
seperti dua sayap burung yang satu.
Terbang menuju langit hakiki,
di atas dunia yang fana dan sunyi.

Hati yang dulu penuh debu,
dibersihkan oleh ilmu yang syahdu.
Sombong dan riya ditanggalkan,
diganti zuhud dan kesabaran yang mendalam.

Di pesantren-pesantren yang bersahaja,
kitab ini dibaca penuh cinta.
Para santri belajar rendah hati,
berhias akhlak dalam langkah suci.

Bukan hanya amal yang dikira,
tapi niat murni yang jadi cahaya.
Tanpa ikhlas, amal pun layu,
seperti bunga yang tak disirami waktu.

Tanwir bukan sekadar cahaya,
ia pelita dalam gulita.
Menuntun insan yang mencari,
menuju Rabb yang Maha Menyayangi.

Jika dunia kini ramai tak tentu,
kitab ini mengajarkan ketenangan kalbu.
Bukan lari dari realita,
tapi menyelami makna yang lebih nyata.

Bahagia bukan pada tahta dan emas,
melainkan pada hati yang tak pernah lemas.
Hati yang hidup dalam dzikir dan sujud,
mencari kasih Allah yang tiada batas dan wujud.

Tanwir al-Qulub, engkau pelita zaman,
menerangi hati dengan keimanan.
Kami para pencari, terus melangkah,
bersamamu, menuju cahaya yang indah.