Ta’lim al-Muta’allim: Lentera Penuntut Ilmu
EndyNU
Ta’lim al-Muta’allim: Lentera Penuntut Ilmu
Dalam lembar tua yang penuh cahaya,
tertulis hikmah yang tak lekang masa.
Ta’lim al-Muta’allim, kitab para pencari,
membimbing hati menapaki jalan suci.
Syekh Az-Zarnuji, sang guru bijaksana,
mengajarkan adab sebelum bicara ilmu dan makna.
Bahwa niat harus lurus, bukan karena dunia,
tapi demi ridha-Nya, Sang Maha Esa.
Tak cukup hanya rajin dan cerdas,
tanpa adab, ilmu menjadi bias.
Ia ajarkan hormat kepada guru,
karena dari merekalah terbuka pintu.
Teman belajar pun harus dipilih,
yang tulus, jujur, dan tak mudah menyimpang.
Lingkungan suci membentuk akhlak bersih,
membawa cahaya dalam malam panjang.
Waktu adalah mutiara tak ternilai,
jangan biarkan ia berlalu dengan lalai.
Ta’lim menasihati, manfaatkan tiap saat,
karena ilmu datang pada jiwa yang taat.
Kesabaran jadi mahkota di kepala,
ilmu tak datang dalam sekejap mata.
Ia butuh usaha, air mata, dan luka,
tapi manisnya terasa hingga akhir usia.
Bukan hanya soal hafal atau paham,
tetapi bagaimana ia membentuk sikap yang dalam.
Menjadi insan yang penuh rahmat,
membawa ilmu dengan akhlak yang kuat.
Di pesantren, engkau jadi teman awal,
menyemai ruh para santri yang kekal.
Tak hanya mengajarkan apa itu benar,
tapi juga cara hidup agar tetap sabar.
Kini zaman mungkin berubah rupa,
tapi ajaranmu tetap setia menyapa.
Ta’lim al-Muta’allim, engkau warisan ulama,
penjaga adab di tengah gelombang dunia.
Wahai para pencari ilmu yang budiman,
jangan tinggalkan pedoman yang menenangkan.
Bacalah dengan hati, bukan sekadar mata,
karena di dalamnya ada jalan menuju surga.
Terima kasih, wahai kitab yang setia,
membawa cahaya di tengah gelap gulita.
Dalam sujud dan diam yang hening,
kau hidup dalam diri, menuntunku berjalan tenang dan bening.