Sullam at-Taufiq: Tangga Cahaya Menuju Ilahi

EndyNU

Sullam at-Taufiq: Tangga Cahaya Menuju Ilahi

Di antara lembar yang sunyi dan bersahaja,
terpahat nama Sullam at-Taufiq nan mulia.
Kitab kecil dari bumi Hadhramaut yang teduh,
namun isinya bagaikan samudra yang penuh.

Tangga-tangga ilmu ia susun perlahan,
membimbing jiwa menapaki jalan Tuhan.
Akidah ditanam dalam dada yang yakin,
mengakar kuat di hati yang ingin yakin.

Fikih ia uraikan dengan bening,
tentang wudhu, zakat, hingga puasa di malam hening.
Bukan sekadar hukum yang kaku dan asing,
tapi ibadah yang hidup dalam ruh yang tenang dan jernih.

Tasawuf pun hadir tanpa berlebihan,
tentang hati yang harus dibersihkan.
Riya’, hasad, dan ujub disingkirkan,
agar ikhlas dan sabar tumbuh di halaman.

Dalam tiap baitnya, adab dibangkitkan,
tentang berbicara, bertindak, dan memaafkan.
Sullam at-Taufiq bukan hanya bacaan,
tapi cermin bagi jiwa yang ingin kebaikan.

Santri membaca di bawah cahaya remang,
dengan hati khusyuk, langkah pun tenang.
Kitab ini tak hanya diajarkan,
tapi diwariskan dengan cinta dan penghayatan.

Para guru memberi syarah penuh makna,
menjelaskan hikmah yang tersembunyi di dalamnya.
Setiap kalimat adalah pesan cinta,
dari ulama untuk umat, dari ilmu untuk cahaya.

Meski ringkas, ia tak kekurangan dalam,
karena hakikat tak diukur dari panjang kalam.
Ia mengajarkan hidup yang seimbang,
antara dunia dan akhirat yang tenang.

Dalam zaman yang riuh dan bimbang,
Sullam at-Taufiq memberi arah yang terang.
Ia mengajarkan: jadilah insan yang tenang,
dengan ilmu, amal, dan akhlak yang lapang.

Wahai tangga yang menuntun ke puncak keyakinan,
engkau bukan hanya warisan, tapi tuntunan.
Dalam do’a para santri dan bisik keikhlasan,
namamu abadi di setiap penghambaan.