Sullam al-Munawraq: Tangga Keindahan Bahasa
EndyNU
Sullam al-Munawraq: Tangga Keindahan Bahasa
Dalam bait syair yang tersusun rapi,
Sullam al-Munawraq bersinar tinggi.
Tangga keindahan bahasa yang abadi,
Mengantar santri pada makna yang hakiki.
Ahmad al-Maliki, pena ulama sejati,
Merangkai balaghah dalam nadzam suci.
Ma’ani, bayan, dan badi’ bersatu hati,
Menjadi lentera di malam santri.
Jumlah ismiyyah dan fi’liyyah bersinar,
Susunan kata penuh makna yang benar.
Tak hanya bentuk, namun ruh disebar,
Dalam tiap kalimat, pesanpun mengakar.
Tasybih dan isti’arah menghias makna,
Kinayah pun berselimut cahaya.
Bahasa bukan hanya sekadar suara,
Tapi jembatan menuju hikmah yang nyata.
Jinās dan ithnâb jadi perhiasan,
Menghidupkan lafaz dengan keindahan.
Balaghah jadi cermin kebijaksanaan,
Menuntun santri dalam pemahaman.
Setiap bait jadi hafalan mulia,
Dalam lisan santri yang setia.
Tak sekadar ilmu di kepala,
Tapi ruh adab dan cita-cita.
Sullam kecil tapi luas jangkauan,
Mengantar pada kitab agung lanjutan.
Ia adalah awal dari pemahaman,
Yang membawa ilmu menuju kedalaman.
Dalam pesantren ia dijunjung tinggi,
Jadi bagian dari tradisi suci.
Santri mengkaji dengan hati berseri,
Mengharap cahaya dari Ilahi Rabbi.
Tak lekang oleh zaman yang berlalu,
Sullam berdiri, teguh tak membeku.
Ia warisan yang tak akan jemu,
Dalam setiap baitnya mengalir ilmu.
Kitab ini tak sekadar untuk dikaji,
Tapi ditanam dalam diri yang suci.
Bahasa pun menjadi pelita hati,
Menyinari jalan menuju ridha Ilahi.
O Sullam al-Munawraq yang luhur,
Kau bukan hanya ilmu yang terukur.
Kau seni, kau logika, kau tutur,
Kau warisan yang terus berlanjut dan makmur.
Biarlah kami setia mengkaji dirimu,
Dalam cinta kepada ilmu yang syahdu.
Sebab denganmu, bahasa tak lagi bisu,
Tapi jadi nyanyian menuju Tuhanku.