Sepi Mengintai

Sepi Mengintai

Dini hari datang perlahan,
Angin sahur berbisik pelan,
Di sudut sunyi tanpa kawan,
Sepi mengintai dalam kegelapan.

Kopi tersisa tanpa kehangatan,
Asap rokok melayang perlahan,
Hanya detak jam yang berbicara,
Menghitung rindu yang tak bersuara.

Langit subuh mulai membias,
Namun hatiku tetap mengeras,
Ada bayang yang tak tergantikan,
Ada sunyi yang tak terelakkan.

Sahur berlalu dalam diam,
Sepi masih tetap menetap,
Menunggu fajar menyapu kelam,
Menemani rindu yang tetap lekat.