Risalah Sang Imam

Risalah Sang Imam

Di ufuk ilmu bersinar cemerlang,
Imam Syafi’i menulis dengan terang.
Bukan tinta biasa yang ia goreskan,
Namun cahaya dari langit keilmuan.

Ar-Risālah, titisan hikmah nan agung,
Menuntun akal agar tak terjungkal bingung.
Dalam lembarannya, ayat dan sunnah bersua,
Disulam rapi dalam logika yang nyata.

Wahai risalah, engkau bukan sekadar kitab,
Tapi pelita dalam zaman yang gelap.
Menuntun jiwa-jiwa pencari kebenaran,
Agar tak sesat di samudra perdebatan.

Engkau ajarkan tentang qiyas dan ijma’,
Dengan hujah lembut yang tak terbantah.
Bahasa Arab kau muliakan tinggi,
Sebagai jembatan makna yang suci.

Sunnah Nabi kau jaga kemuliaannya,
Sebagai pelengkap firman-Nya yang mulia.
Dengan hujjah tajam dan dalil yang utuh,
Engkau bimbing umat dengan hati yang luruh.

Bukan sekadar hukum yang kau kupas,
Namun semangat ilmu yang tak lekas lepas.
Dalam risalahmu, kami temukan ruh,
Menjaga Islam dari tafsir yang runtuh.

Engkau tak mengikat dalam sekat mazhab,
Namun membuka cakrawala tanpa penghalang gelap.
Ajarkan ijtihad dengan cermat dan santun,
Agar syariat tetap relevan sepanjang zaman beruntun.

Di setiap baitmu, kami temukan bimbingan,
Bagi faqih dan mujtahid di medan perjuangan.
Kau wariskan teladan, bukan sekadar jawaban,
Namun akhlak dan ilmu dalam satu pegangan.

Risalahmu hidup di pesantren dan madrasah,
Dibaca khusyuk dalam malam penuh barakah.
Menjadi suluh dalam kegelapan zaman,
Menuntun insan menuju ridha Tuhan.

Wahai Imam, jejakmu abadi tak pudar,
Dalam ar-Risālah, engkau tinggal dan mekar.
Menjadi warisan umat yang haus makna,
Penuntun hati dalam cinta pada syari’ah-Nya.