Pemikiran Syekh Badiuzzaman Said Nursi
Disadur ulang : Dr. Muslihin Sultan, M. Ag
*Tanda Keesaan Allah Pada Wajah Entitas*
*Jendela Kedua*
Ketika segala sesuatu berada dalam ketidakpastian wujud dan bentuk, serta berada dalam kemungkinan yang tidak terhingga, tiba-tiba ia diberi bentuk yang menjadi ciri khas miliknya, yang sangat teratur dan penuh hikmah. Perhatikan tanda-tanda pembeda yang terdapat di wajah setiap manusia. Itulah ciri yang membedakan setiap orang dari yang lain. Cermati sejumlah indra lahiriah dan perasaan batiniah yang Allah tanamkan padanya. Bukankah hal itu membuktikan bahwa wajah kecil ini merupakan tanda keesaan yang sangat jelas?
Jika setiap wajah menjadi petunjuk dengan ratusan dalilnya atas keberadaan Sang Pencipta Yang Mahabijak sekaligus menjadi saksi atas keesaan-Nya, maka seluruh wajah tersebut juga menjelaskan bahwa ia merupakan tanda kekuasaan Tuhan yang besar. Wahai orang yang ingkar, dapatkah engkau menyandarkan ciri dan stempel tersebut atau tanda kekuasaan Tuhan yang besar dan demikian terang itu kepada selain Penciptanya?
*Jendela Ketiga*
Berbagai jenis tumbuhan dan kelompok hewan yang tersebar di atas bumi lebih dari empat ratus ribu spesies. Ia ibarat pasukan yang demikian besar. Kita melihat bahwa setiap spesies dari pasukan tersebut memiliki rezeki, bentuk, senjata, pakaian, latihan, dan masa kerja masing-masing. Semuanya berjalan dalam satu tatanan yang sangat rapi dan sesuai dengan pengukuran yang demikian cermat. Maka, pengaturan pasukan besar ini dan pengasuhan setiap personilnya yang terwujud tanpa ada keliru dan salah merupakan tanda kekuasaan Tuhan yang sangat terang laksana mentari.
Siapa yang dapat ikut campur dalam pengaturan menakjubkan tersebut selain Pemiliknya Yang Mahakuasa, yang _qudrah_, ilmu, dan hikmah-Nya tak terhingga?! Hal itu karena makhluk yang tak mampu mengatur dan menata berbagai spesies yang saling berbaur, tak mampu pula untuk menciptakan salah satu darinya. Pasalnya, andai ada intervensi pada satu bagian darinya tentu akan terlihat pengaruhnya dan cacatnya akan tampak. Allah SWT berfirman:
فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُورٍ
Tidak ada cacat dan sesuatu yang kurang padanya. Karena itu, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Badiuzzaman Said Nursi, *Jendela Tauhid*, h. 7-9