Pelita Empat Puluh Dua (Kitab al-Arba’in an-Nawawiyah)

EndyNU

Pelita Empat Puluh Dua
(Kitab al-Arba’in an-Nawawiyah)

Empat puluh dua butir cahaya,
Tersusun indah di lembar fana,
Imam Nawawi, sang penunjuk jiwa,
Menghimpun sabda Nabi mulia.

Dari niat yang tulus membumi,
Hingga lisan yang dijaga suci,
Tiada bait yang tak bermakna,
Semua pancarkan hikmah dan asa.

“Sesungguhnya amal dengan niat,”
Awal petuah yang kuat dan hikmat,
Membentuk nurani yang teguh berdiri,
Meniti jalan dengan hati berseri.

Sabda demi sabda dititipkan,
Menjadi lentera di lorong zaman,
Mengurai hidup yang kian rumit,
Dengan petunjuk yang tetap legit.

Bukan hanya untuk kaum fakih,
Kitab ini mengalir pada yang salih,
Menyapa santri dalam pelita pesantren,
Menanam adab dalam diam dan renung.

Hadis tentang kasih dan sabar,
Menjadi tameng dari amarah liar,
Tentang wara’, jujur, dan ikhlas,
Menjadi pondasi moral yang tegas.

Waktu berubah, bumi berputar,
Namun sabda Nabi tetap segar,
Melintasi waktu, ruang, dan usia,
Menjadi suluh bagi yang setia.

Bukan sekadar hafalan dan kata,
Namun hembusan ruh yang menggetarkan jiwa,
Kitab kecil dengan makna besar,
Menjadi bekal menuju akhir yang benar.

Wahai pengembara di dunia fana,
Raih al-Arba’in, teguhkan langkahmu segera,
Di sana ada cinta, ilmu, dan rindu,
Menuju Rabb-mu, Maha Satu, Maha Tahu.

Empat puluh dua, bukan angka biasa,
Ia cahaya dari sang Rasul tercinta,
Mari kita genggam dalam dada,
Sebagai petunjuk, bekal, dan asa.