Nashaih al-‘Ibad: Cahaya di Jalan Sunyi

EndyNU

Nashaih al-‘Ibad: Cahaya di Jalan Sunyi

Dari Banten bersinar cahaya,
Syekh Nawawi, ulama mulia.
Kitab Nashaih al-‘Ibad ia susun,
untuk jiwa yang ingin bangkit dan bangun.

Hadis-hadis penuh hikmah dikupas lembut,
dengan hati yang jernih dan akhlak yang lurus.
Nasihat mengalir laksana air jernih,
menyirami kalbu yang mulai letih.

Tentang niat ia tegaskan sejak awal,
bahwa amal tanpa ikhlas hanyalah risau yang kekal.
Ilmu dan amal harus seiring sejalan,
menuju ridha Tuhan dalam setiap langkah dan harapan.

Ia bercerita dengan kisah-kisah bijak,
mengajarkan sabar, ikhlas, dan akhlak yang tegak.
Menyapa pembaca bagai sahabat setia,
membimbing hati tanpa cela dan dusta.

Tentang taubat, ia mengalun halus,
seperti angin pagi yang menyejukkan jalur lurus.
Betapa hati harus selalu muhasabah,
karena dunia fana, akhiratlah yang indah.

Jangan bangga pada ilmu yang hanya dipajang,
tapi amalkan, hingga hidup menjadi terang.
Ilmu sejati bukan yang banyak bicara,
tapi yang hidup dalam laku dan doa.

Ia ajarkan untuk sederhana dalam dunia,
menjauh dari riya’ dan syahwat yang menggoda.
Bukan anti kekayaan, bukan pula melarat,
tapi menjaga hati agar tak jadi beku dan sesat.

Santri membaca dengan penuh hikmat,
di bawah langit pesantren yang penuh rahmat.
Setiap baris jadi jalan pembinaan,
menanam karakter, menumbuhkan keimanan.

Suara guru membacakan petuah,
bagai embun jatuh dari langit berkah.
Membentuk pribadi yang tawadhu dan sabar,
yang mencintai Allah dengan dada yang lebar.

Wahai pembaca, renungkanlah isinya,
bukan hanya untuk hafal, tapi untuk jiwa.
Nashaih al-‘Ibad bukan kitab biasa,
ia cahaya yang membimbing manusia.

Dalam zaman yang ramai namun sepi,
kitab ini laksana lentera di jalan sunyi.
Mengajak kembali pada cinta Ilahi,
menyatu dalam damai yang hakiki.