Munqidz dari Lembah Duka
Munqidz dari Lembah Duka
Di lembah ragu aku terjerembab,
Mencari cahaya di kabut gelap,
Akal dan kitab kutelusuri dalam,
Namun jiwa masih kering dan kelam.
Kalam berdentang bagai pedang tajam,
Filsuf berseru tentang dunia malam,
Batini menyulam rahasia remang,
Namun hatiku tetap gamang.
Kucari Imam di puncak sunyi,
Namun suara Tuhan tak juga kunikmati,
Hingga sufi mengetuk pintu hati,
Dengan dzikir yang hening dan suci.
Air mata tumpah tanpa kata,
Tiap sujud menjadi berita,
Bukan pada huruf kutemukan makna,
Tapi pada cinta yang tak terbaca.
Kupahami ilmu tanpa ruh adalah bayang,
Yang hilang kala fajar datang,
Kebenaran sejati tak hanya terang,
Ia hadir kala jiwa tenang.
Al-Munqidz, engkau obor di malam sunyi,
Kisah al-Ghazali yang sunyi dan suci,
Dari gelisah menuju ilham ilahi,
Dari ilmu menuju cinta hakiki.
Bukan akal yang membuat yakin,
Tapi nur yang Allah titipkan di batin,
Yang menjadikan sujud penuh angin,
Menerbangkan hati ke langit hening.
Wahai pencari di belantara zaman,
Jangan takut pada ragu yang datang,
Peluk ia seperti malam tenang,
Karena dari gelap, fajar pun datang.
Aku membaca bukan untuk tahu,
Tapi agar jiwaku menyatu,
Pada Tuhan yang diam di kalbu,
Pada kasih yang tak berlalu.
Al-Ghazali, engkau guru dalam luka,
Membimbing kami lewat kata,
Menyingkap hijab yang menyesatkan mata,
Agar ruh ini pulang pada cinta-Nya.