Kepasrahan Ali
Kepasrahan Ali
Puisi : Zaenuddin Endy
Di bawah langit nan luas membentang,
Ali berdiri teguh tak goyah,
Dalam hatinya tak ada bimbang,
Pasrah pada takdir dengan penuh tawakkal.
Malam hijrah yang sunyi dan kelam,
Ia rebah di pembaringan suci,
Tak gentar meski maut mengintai,
Hanya Allah tempat ia berserah diri.
Di medan perang pedangnya menari,
Namun hatinya lembut bak embun pagi,
Tak berperang karena ambisi diri,
Hanya demi Allah ia berdiri.
Tahta khalifah datang mendekat,
Di tengah fitnah yang kian berat,
Ali tak sombong, tak pula angkuh,
Pasrah dan sabar, tak berbuat jenuh.
Badai fitnah menerjang jiwanya,
Sahabatnya kini menjadi lawan,
Namun ia tetap teguh langkahnya,
Demi kebenaran, bukan kedudukan.
Tak tergoda oleh gemerlap dunia,
Tak terikat harta, tak terbuai tahta,
Kesederhanaan menjadi mahkotanya,
Karena dunia hanya fana belaka.
Saat ajal mengetuk pintunya,
Ia tersenyum tanpa resah,
“Demi Tuhan Ka’bah, aku telah menang,”
Ucapnya tulus dalam pasrah.
Kepasrahan Ali bukanlah lemah,
Tapi keteguhan yang tiada dua,
Dalam cobaan ia tetap tabah,
Menyerah hanya pada Yang Esa.
Oh Ali, engkau teladan suci,
Membimbing hati dalam sunyi,
Bahwa pasrah bukan menyerah,
Tapi yakin, Allah selalu ada.