Kedermawanan Usman bin Affan
EndyNU
Kedermawanan Usman bin Affan
Harta melimpah tak membuatnya lupa,
Di jalan Allah ia rela menyerahkannya.
Sumur Raumah ia beli dengan cinta,
Agar umat tak haus di tanah Madinah.
Saat perang menyeru di ufuk jauh,
Ia datang membawa unta dan emas.
Tiada gentar, tiada mengeluh,
Demi Islam, ia berikan ikhlas.
Di Masjid Nabawi tangannya membangun,
Melebarkan sajadah bagi yang datang.
Demi Al-Qur’an ia pun menyusun,
Agar umat tak lagi bimbang.
Di malam sunyi ia berderma,
Tanpa riuh, tanpa suara.
Di depan pintu fakir miskin,
Tergeletak gandum dan bahan pangan.
Ketika pasar dihantam nestapa,
Ia tak tergiur untung dunia.
Dibagikannya gandum pada sesama,
Agar tak ada yang lapar merana.
Tak hanya umat, tak hanya negeri,
Keluarga pun ia lindungi.
Namun tak ada berat sebelah,
Hanya keadilan yang ia tegakkan.
Fitnah menghantam, gelap menghadang,
Namun jiwanya tetap tenang.
Di dalam rumah ia berserah,
Di tangan Al-Qur’an ia pasrah.
Tak ada pedang yang ia hunus,
Tak ada amarah dalam hatinya.
Hanya doa yang terus terucap,
Agar umat tak saling meluka.
Wahai Usman, dermawan mulia,
Hartamu sirna, namun berkahnya abadi.
Namamu dikenang sepanjang masa,
Sebagai cahaya dalam Islam suci.
Kisahmu tertulis dalam sejarah,
Sebagai teladan bagi yang berbagi.
Semoga kami pun bisa menapaki,
Jalan kebaikan yang engkau beri