Kebijaksanaan Abu Bakar Ash-Shiddiq

Kebijaksanaan Abu Bakar Ash-Shiddiq

Puisi: Zaenuddin Endy

Di saat gundah menyelimuti umat,
Rasul pergi, hati pun penat.
Namun engkau berdiri penuh hikmat,
Menyatukan Islam dengan bijak dan kuat.

Kata-katamu penuh cahaya,
Mengajak umat tetap setia.
Bukan manusia yang abadi selamanya,
Hanya Allah, Sang Maha Esa.

Tatkala zakat ditolak dan diingkari,
Engkau teguh, tak gentar diri.
Mencegah perpecahan yang mengintai,
Demi Islam tetap lestari.

Dengan musyawarah kau berbicara,
Tanpa amarah, tanpa sengketa.
Menyatukan hati yang bercerai,
Menjaga damai dalam cahaya.

Tak haus tahta, tak tamak harta,
Sederhana jalan hidupnya.
Menjadi khalifah bukan kuasa,
Melainkan amanah yang mulia.

Baitul mal kau jaga rapi,
Untuk umat, bukan untuk diri.
Setiap dirham dihitung pasti,
Agar adil tak menyakiti.

Dalam perang kau bijaksana,
Bukan sekadar menumpah darah.
Setiap langkah kau perhitungkan,
Demi Islam tetap bertahan.

Al-Qur’an kau himpun rapi,
Agar tak hilang dalam sunyi.
Warisan suci, cahaya abadi,
Pedoman umat sepanjang hari.

Saat ajal menghampiri,
Engkau tetap berpikir jernih.
Umar dipilih bukan karena diri,
Tapi demi Islam tetap berseri.

Abu Bakar, pemimpin sejati,
Bijaksana dalam setiap janji.
Namamu abadi dalam hati,
Sebagai cahaya umat ini.