Jawharah Tauhid: Permata Cahaya
Jawharah Tauhid: Permata Cahaya
Di awal langkah insan mencari,
Jawharah Tauhid bersinar berseri.
Nazham indah sang Imam Laqani,
Menuntun hati menuju Ilahi.
Bukan sekadar lafaz bersusun,
Tiap bait mengandung petunjuk yang agung.
Mengenal Tuhan dalam sifat dan nama,
Membakar gelap, menyalakan cahaya.
Wujud-Nya pasti, tiada terbatas,
Sifat-Nya sempurna, tiada tercacat.
Akidah lurus terpatri dalam sanubari,
Menjadi benteng di tengah badai fitnah berduri.
Rasul pun hadir dengan sifat mulia,
Amanah, sidik, tabligh, dan fathanah tertera.
Mereka cahaya penuntun zaman,
Menyampaikan risalah dengan keimanan.
Kitab ini bukan sekadar hafalan,
Namun jembatan menuju pemahaman.
Menyatukan nalar dan wahyu nan suci,
Menjaga akidah dari tipu daya duniawi.
Di pesantren-pesantren ia hidup subur,
Dibaca, dihafal dengan hati yang jujur.
Menjadi bekal santri yang berjalan,
Di jalan ilmu dan perjuangan keimanan.
Nazham yang puitis, penuh makna,
Mengalirkan hikmah sepanjang usia.
Menyatu dalam zikir dan doa khusyuk,
Menjadi pelita kala hati mendengkur.
Wahai permata dalam cahaya iman,
Engkau ajarkan kami akan Tuhan.
Bahwa tauhid bukan hanya ucapan,
Namun keyakinan yang kokoh dalam tindakan.
Imam Laqani, sang penulis ulung,
Kau wariskan ilmu tiada terbendung.
Membumikan tauhid dalam bait dan syair,
Menumbuhkan cinta, menepis takdir mungkir.
Di tengah zaman penuh kegaduhan,
Jawharah Tauhid tegak sebagai pedoman.
Mengajak insan mengenal Tuhan sejati,
Dalam damai, cinta, dan akhlak murni.
Begitulah permata yang tak lekang,
Terpatri dalam hati, terang dan lapang.
Jawharah Tauhid, kau sinari jiwa,
Menuju Rabb yang Esa, Maha Kuasa.