Islam Rahmatan lil alamin
Puisi : EndyNU
Islam Rahmatan Lil ‘Alamin
Islam cahaya, rahmat semesta,
Menyinari dunia dengan cinta,
Mengajarkan kasih, menebar damai,
Bukan sekadar kata, tapi nyata dalam aksi.
Saat Nabi ditanya sahabat,
“Siapakah Muslim yang sejati?”
Beliau menjawab dengan lembut hati,
“Yang lisan dan tangannya tak menyakiti.”
Ucapkan salam kepada semua,
Kenal atau tidak, tetaplah sama,
Damai dan kasih menjadi bahasa,
Menghapus luka, membangun cahaya.
Najran datang, membawa tanya,
Di masjid Nabi mereka singgah,
Tak diusir, tak dihalang,
Dipersilakan beribadah tenang.
Hadis Qudsi pun berbicara,
Tentang Tuhan yang meminta,
Bukan untuk-Nya, tapi sesama,
Mereka yang sakit, lapar, dan dahaga.
“Wahai anak Adam,” Tuhan berseru,
“Kau tak menjenguk-Ku saat Aku pilu,
Tak memberi makan, tak memberi minum,
Padahal Aku ada di hati mereka.”
Sayangilah mereka di bumi,
Maka kasih Tuhan pun kan kau dapati,
Sebuah janji dari langit tinggi,
Untuk hati yang tulus, tak menyakiti.
Abu Sa’id berkata indah,
Seribu jalan menuju Tuhan,
Namun yang terdekat dan termudah,
Adalah memberi nyaman kepada insan.
Keadilan pun tak terabaikan,
Seperti firman dalam Al-Qur’an,
Allah perintahkan berlaku adil,
Menolak zalim, menegakkan kebaikan.
Rahmat Islam tak hanya manusia,
Burung dan pohon pun turut serta,
Sedekah tak sekadar harta,
Tapi juga menjaga alam semesta.
Saat musuh takut akan balasan,
Nabi tersenyum dan berpesan,
“Pergilah, kalian telah bebas,”
Tanpa dendam, tanpa balas.
Rahmat Islam di dalam rumah,
Kasih sayang pada keluarga,
Bukan keras, bukan amarah,
Tapi lembut dalam bicara.
Perempuan dijaga, dihormati,
Bukan sekadar janji di bibir,
Di khutbah terakhir Nabi bersabda,
“Mereka saudaramu, jangan kau dzalimi.”
Islam bukan pedang, bukan amarah,
Tapi damai yang terus menyebar,
Menolak kekerasan, membenci tirani,
Menjadi cahaya bagi dunia ini.
Mari berjalan di jalan cinta,
Menebar rahmat bagi sesama,
Karena Islam bukan sekadar agama,
Tapi cahaya kasih bagi semesta