Ihkam al-Ahkam
Ihkam al-Ahkam
Di meja sunyi pengadilan jiwa,
Terbuka lembaran tinta mulia,
Ihkam al-Ahkam menuntun cahaya,
Di jalan penguasa menuju surga.
Bukan mahkota yang jadi tujuan,
Tapi adil dalam tiap keputusan,
Tak tunduk pada dunia dan rayuan,
Hukum berdiri, tak tergoyahkan.
Pemimpin bukan sekadar nama,
Tapi amanah berat yang penuh tanya,
Mereka yang lalai, kelak binasa,
Tertulis di langit, hukum-Nya nyata.
Hakim, jadilah penjaga nurani,
Jangan biarkan hati terbeli,
Di timbangan Ilahi kau akan diuji,
Satu salah, bisa jadi petaka abadi.
Harta rakyat bukan milik pribadi,
Jangan jadikan tahta untuk mencuri,
Baitul mal tempat kepercayaan tinggi,
Salurkan pada yang hak, jangan sembunyi.
Satu kata dari lidah penguasa,
Bisa bawa berkah, bisa bawa derita,
Jika syariat jadi sandarannya,
Maka rahmat mengalir tanpa jeda.
Pajakku bukan beban semena,
Tapi nafkah negara yang bijaksana,
Ketika maslahat menjadi tujuannya,
Rakyat pun rela, tanpa sengketa.
Ulama bukan hamba kekuasaan,
Mereka pelita di lorong kegelapan,
Gandenglah mereka dalam kebijakan,
Agar negeri disinari keberkahan.
Jabatan bukan sekadar kedudukan,
Ia beban, ia ujian, ia pertanggungjawaban,
Pilihlah yang ahli dan beriman,
Agar umat tak sesat di persimpangan.
Hukum bukan cambuk untuk menindas,
Tapi pelindung bagi yang lemah dan lepas,
Setiap putusan haruslah tegas,
Tapi penuh hikmah, bukan amarah keras.
Wahai pemegang amanah di bumi,
Bacalah Ihkam al-Ahkam ini,
Agar jalanmu lurus tanpa menyakiti,
Menuju ridha Ilahi Rabbi.
Jika kuasa kau genggam kini,
Ingatlah kelak kau akan berdiri,
Di hadapan Tuhan Yang Maha Hakim,
Dimintai jawaban, tanpa bisa berkelit.