Garuda Terbaring Sakit
Garuda Terbaring Sakit
Garuda agung, sang penjaga negeri,
Kini terbaring, lunglai tak berdaya.
Sayap perkasa yang dulu berani,
Kini merapuh, kehilangan cahaya.
Dulu ia terbang menggapai angkasa,
Membawa harapan dalam genggamannya.
Namun kini sayapnya patah terasa,
Tertatih melawan luka yang ada.
Rakyat menangis di tengah derita,
Harga melambung, perut pun kosong.
Janji-janji hanya gema di udara,
Sementara hidup kian terpotong.
Di singgasana, para pemangku kuasa,
Sibuk bertarung demi tahta semata.
Hukum tertunduk pada yang berkuasa,
Yang kecil tertindas tanpa suara.
Bumi pertiwi menangis lirih,
Tanah subur tak lagi sejahtera.
Anak negeri mengeluh perih,
Mimpi-mimpi redup tak bersisa.
Garuda menatap langit kelabu,
Mencari cahaya di balik awan.
Adakah pemimpin berhati jernih,
Yang mampu membawa cahaya harapan?
Di sudut negeri, masih ada cahaya,
Pemuda berjuang dengan semangat membara.
Ilmu dan asa mereka bawa,
Demi bangsa yang kembali berjaya.
Bangkitlah, Garuda, bangkit kembali!
Rakyat menanti, harapan berseri.
Luka kan sembuh, derita berlalu,
Indonesia jaya, tegak nan maju.