Fath al Qarib:Lentera Santri
EndyNU
Fath al-Qarib: Lentera Santri
Di beranda pesantren sunyi,
terdengar lantun ayat dan makna suci.
Di antara lembaran kuning nan berseri,
bersemayam Fath al-Qarib—ilmu yang abadi.
Ia bukan sekadar kitab usang,
tapi cahaya dalam setiap langkah yang bimbang.
Dari thaharah hingga warisan yang panjang,
ditulis dalam hikmah, dituturkan tenang.
Wudhu, tayamum, dan shalat berjamaah,
terangkum indah dalam susunan yang tabah.
Zakat dan puasa sebagai jembatan berkah,
haji dijelaskan penuh arah dan langkah.
Pernikahan hingga jual beli,
disusun rapi, jadi panduan hakiki.
Muamalah yang sarat makna duniawi,
dihidangkan dalam adab yang ilahi.
Bukan sekadar hukum yang kaku,
tetapi kasih sayang dalam ilmu yang merdu.
Santri mengaji tak kenal waktu,
di bawah lentera—kitab itu yang dituju.
Syarah demi syarah, bait demi bait,
kiai menjelaskan dengan sabar dan semestinya fit.
dengan sanad bersambung, tak pernah terputus sedikit.
Di halaman kitab yang mulai lusuh,
terpahat perjalanan menuju yang sungguh.
Adab dan disiplin menjadi peluh,
seiring doa yang naik ke langit megah penuh.
Kitab kecil dalam genggaman tangan,
namun dalamnya seluas samudera terang.
Menuntun hati agar tak bimbang,
dalam hidup yang kadang goyah dan gamang.
Fath al-Qarib, engkau bukan hanya teks,
tapi bekal hidup dan penunjuk konteks.
Santri menghafal dengan cinta yang kompleks,
dalam sujud malam, engkau jadi refleks.
Di pesantren-pesantren penuh hikmah,
engkau hidup, tak pernah lelah.
Bersama santri yang terus melangkah,
mencari ridha Allah dengan niat yang tabah.
Wahai kitab peninggalan ulama terpilih,
kami jaga engkau meski zaman terus beralih.
Karena dari halamanmu, hati kami bersih,
meniti jalan Syafi’i dalam langkah yang bersih.