Cinta Dunia Menanti

Puisi EndyNU:

Cinta Dunia Menanti

Di tengah dunia yang gemerlap terang,
Banyak manusia terbuai senang.
Mengejar harta, pangkat, dan tahta,
Lupa akhirat, tenggelam hampa.

Nabi bersabda dengan penuh cinta,
Akan datang masa yang penuh nestapa.
Umat Islam ramai bak buih di lautan,
Tapi lemah, tercerai, kehilangan pegangan.

Cinta dunia mengikis nurani,
Takut mati, kehilangan arti.
Berjuang pun terasa berat,
Demi harta, iman tergerus cepat.

Kita sibuk mengejar dunia,
Lupa bahwa ajal menanti jua.
Kemewahan dipuja, akhirat terlupa,
Hingga hidup tak lagi bermakna.

Musuh tak gentar, tiada rasa takut,
Karena hati kita telah terpaut.
Pada dunia yang fana dan sirna,
Tanpa sadar, kita kehilangan makna.

Sufi berkata, penuh makna
Cinta harta akar segala bencana,
Cinta harta sumber malapetaka
Jika berlebihan, jiwa pun buta.

Wahai jiwa yang lelah dan gundah,
Sadarlah sebelum ajal merambah.
Dunia ini hanya persinggahan,
Akhiratlah tempat kebahagiaan.

Bangkitlah wahai kaum beriman,
Tinggalkan cinta dunia berlebihan.
Beranilah hidup di jalan kebenaran,
Jangan takut mati, raih keberkahan.

Jika dunia hanya sebatas tujuan,
Maka hidup akan penuh kesia-siaan.
Namun jika akhirat yang kau damba,
Dunia pun mengikut dengan sempurna.

Hanya dengan iman dan taqwa,
Umat ini bisa kembali jaya.
Berani berkorban, teguh dalam iman,
Tak gentar hadapi cobaan zaman.

Maka renungkanlah, wahai diri,
Jangan sampai hidup tersesat sendiri.
Akhirat menanti, dunia menipu,
Siapkan diri sebelum waktu berlalu.