Cahaya Tafsir Ibnu Katsir

EndyNU

Cahaya Tafsir Ibnu Katsir

Di negeri Syam yang harum sejarah,
Lahir ulama dengan ilmu yang megah.
Ibnu Katsir, sang penafsir nan bijak,
Mengurai ayat dengan sanad yang tegak.

Al-Qur’an ia tafsirkan dengan dalil,
Tak bersandar pada akal yang nyeleneh atau gundul.
Hadis sahih menjadi pelita,
Sahabat dan tabi’in pun turut bicara.

Bil ma’tsur jadi jalannya yang lurus,
Menghindar dari tafsir yang melenceng dan keruh.
Ia jaga makna dengan hati-hati,
Agar tak sesat mereka yang ingin mengerti.

Tak hanya teks ia jelaskan gamblang,
Tapi sebab turun ayat pun ia terangkan terang.
Sejarah, hukum, makna, dan hikmah,
Semua terangkai dalam tafsir nan ramah.

Tak berat bahasa, tak rumit jalan,
Namun dalam maknanya seperti lautan.
Dibaca santri hingga ulama besar,
Menjadi cahaya dalam hidup yang benar.

Dari Fatihah hingga An-Nas,
Ia jelaskan tanpa lelah, tanpa was-was.
Mewariskan ilmu yang tak lekang zaman,
Menjadi pusaka umat sepanjang zaman.

Kitabnya bukan sekadar buku tua,
Namun petunjuk yang hidup sepanjang masa.
Diterjemah dalam lidah manusia sejagat,
Menghidupkan iman, menyuburkan semangat.

Gurunya Ibnu Taimiyah memberi ruh,
Namun sang murid punya jalan yang penuh.
Ia saring riwayat dengan ketajaman,
Menolak yang dha’if, mengangkat kebenaran.

Bukan hanya ulama yang bersujud,
Namun umat awam pun ikut terpanggil turut.
Membaca tafsir ini dengan mata haru,
Menemukan makna yang dahulu tak tahu.

Wahai sang Ibnu Katsir nan mulia,
Doa kami kirim dalam tiap baca.
Semoga Allah limpahkan rahmat dan cahaya,
Pada ilmu yang kau tinggalkan untuk dunia.

Dalam tafsir itu kami temukan jejak,
Jalan menuju ridha Allah yang tak retak.
Terima kasih, wahai penjaga makna,
Namamu harum di langit dan bumi selamanya.