Cahaya Kifayatul Awam

EndyNU

Cahaya Kifayatul Awam

Dalam lembar sederhana kau bercerita,
tentang Tuhan, iman, dan makna yang nyata.
Kifayatul Awam, lentera yang bersinar,
di tangan santri, kau jadi pusaka yang sabar.

Syekh Fudhali menulis dengan hati,
mengajarkan tauhid pada insan yang ingin mengerti.
Tak rumit kata, tak berdebat panjang,
tapi dalam makna, tak mudah terguncang.

Satu per satu sifat Tuhan dikenalkan,
dengan bahasa yang mudah dihafalkan.
Bukan sekadar hafalan tanpa jiwa,
tapi ajakan untuk mengenal-Nya sepenuh rasa.

Engkau bimbing hati yang masih polos,
agar tak tersesat dalam dunia yang beringas dan bengis.
Kau tanamkan akidah di ladang yang muda,
agar tumbuh subur pohon iman yang mulia.

Kau bukan kitab untuk para cendekia saja,
tapi untuk setiap jiwa yang ingin percaya.
Bahwa mengenal Allah bukan milik ulama semata,
tapi hak setiap hamba yang ingin dekat dengan-Nya.

Dalam bait-baitmu, terselip harapan,
untuk umat yang teguh dan penuh iman.
Engkau ajarkan bahwa ilmu itu berkah,
jika dibarengi dengan adab dan amanah.

Tak hanya mengenal Tuhan semata,
engkau bawa kami pada akhlak dan rasa.
Mengajarkan ikhlas dalam ibadah,
dan sabar dalam menempuh segala musibah.

Betapa banyak hati yang kau tenangkan,
di surau, pesantren, dan langgar sederhana.
Kau jadi pelita di malam pembelajaran,
temani santri dalam setiap pengajian.

Kini zaman berubah begitu cepat,
namun maknamu tetap kuat.
Di tengah gelombang ide dan ragam paham,
engkau teguh menjaga jalan Islam.

Wahai Kifayatul Awam, kitab yang bersih,
engkau warisan suci, tak ternilai lebih.
Semoga namamu tetap harum dan hidup,
menjadi panduan dalam setiap langkah yang mantap.

Kami jaga engkau dengan cinta dan doa,
karena darimu kami mengenal Yang Maha Esa.
Dalam kata-katamu yang ringan dan dalam,
terpancar cahaya yang menuntun ke salam.