Cahaya di Balik Rahasia

Cahaya di Balik Rahasia

Dalam sepi malam yang tak bernama,
kutemui jejakmu, wahai Sang Arif bijaksana,
di antara aksara yang berkilau cahaya,
Rahasia Segala Rahasia membuka maknanya.

Kau ajarkan bahwa dunia hanyalah bayang,
refleksi cahaya dari sumber yang tak terbilang,
hanya hati yang suci mampu menangkap sinar,
dalam diam zikir, dalam sabar yang mekar.

Langkah-langkah ruhani, tak tampak di jalan,
namun mengalir deras menuju Tuhan yang Rahman,
dengan sirr, ruh, dan latifah kau tuntun kami,
melewati kabut nafsu yang melenakan diri.

Syariat tak kau tinggalkan, tapi kau jadikan pijakan,
thariqat adalah jalur, hakikat sebagai tujuan,
dan ma’rifat, oh ma’rifat, cahaya yang menyala,
menjadikan hidup sepenuhnya ibadah dan cinta.

Di matamu, fana bukan akhir, tapi awal abadi,
dan baqa adalah hadirnya jiwa dalam kehendak Ilahi,
tak hilang kesadaran, tapi penuh kesetiaan,
hidup di dunia, tapi jiwanya di langit keimanan.

Zikirmu bukan hanya gema lisan,
tapi detak jantung yang terus bertahan,
kau ajarkan kami menyebut-Nya dalam senyap,
hingga dunia pun tunduk tanpa debat.

Mursyid bagimu bukan pemilik kebenaran,
tapi penunjuk arah di jalan kesadaran,
dan murid, sang pencari dalam kerendahan,
mengosongkan diri untuk penuhi cahaya Tuhan.

Kalimatmu bukan hanya bacaan biasa,
ia getarkan hati yang lelah dan binasa,
dan siapa yang membaca dengan jiwanya terbuka,
akan temui rahasia yang selama ini dijaga.

Engkau bukan sekadar penulis kitab,
tapi penjaga warisan ruhani yang mantap,
menghidupkan jalan, menuntun langkah,
di tengah gelap, menjadi pelita yang ramah.

Sirr al-Asrar, engkaulah cermin batin,
yang memantulkan cahaya dari Rabb yang Hakim,
bagi hati yang rindu dan jiwa yang haus,
engkau adalah oase dari dunia yang membungkus.

Syekh Yusuf, pewaris ilmu dan rasa,
melukis jalan pada kertas dan udara,
kau wariskan cahaya, tak lekang oleh zaman,
menuntun kami pulang, dalam damai dan iman.