Cahaya dari Lembaran Bajuri

EndyNU

Cahaya dari Lembaran Bajuri

Di sudut pesantren yang hening dan teduh,
Kitab tua dibuka dengan takbir penuh.
Hasyiyah al-Bajuri, warisan cahaya,
Mengalirkan ilmu dari langit yang maya.

Setiap hurufnya menari di lidah,
Santri menyimak dengan hati yang pasrah.
Akidah dirajut, logika disusun,
Menjadi benteng iman yang tak mudah lusuh.

Imam Bajuri, sang guru agung,
Menutur dalil laksana embun merundung.
Menautkan kalam dengan cinta dan nur,
Menyatukan akal dan ruh yang syukur.

Syarah demi syarah terurai indah,
Menjelma tasbih di antara lelah.
Dalam halaqah, sanad mengalir,
Dari guru ke murid, tiada yang terpencil.

Ilmu bukan sekadar hafal dan paham,
Namun cahaya yang menuntun ke dalam.
Tasawuf pun hadir membasuh hati,
Agar logika tak kehilangan nurani.

Bukan jalan mudah yang mereka tapaki,
Namun kesabaran jadi perisai sejati.
Santri bersujud, air mata mengalir,
Di balik kitab, ada cinta yang hadir.

Malam panjang dengan lentera redup,
Ayat dan makna terus menyelusup.
Dari bilik kayu hingga ruang maya,
Bajuri dibaca dengan jiwa setia.

Dunia boleh berubah dengan cepat,
Namun kitab ini tetap jadi tempat.
Di dalamnya ada jawaban dan arah,
Untuk zaman yang terus berubah-ubah.

Wahai pewaris ulama suci,
Genggam erat risalah ini.
Sebab dari tinta dan naskah nan rapi,
Tumbuh peradaban, tegak hingga kini.

Kitab Bajuri bukan sekadar tulisan,
Ia napas umat, penjaga keimanan.
Di setiap halaman, ada cahaya Tuhan,
Menyinari zaman dengan hikmah dan pedoman.