Bercerai Kita Kawin Lagi

Bercerai Kita Kawin Lagi

Di tanah yang katanya surga jatuh,
Gemah ripah loh jinawi, aman makmur,
Namun di tiap sudut kota dan desa,
Ada yang tertawa, ada yang terpuruk.

Bersatu kita teguh, katanya,
Tapi pecah belah selalu jadi cerita,
Pemilu usai, dendam tak jua reda,
Bercerai kita kawin lagi, begitulah drama.

Ada yang menyebut kita toleran,
Hari raya berbeda, tapi tetap damai,
Namun di jalan-jalan, di podium perdebatan,
Ada yang berteriak, ada yang diam terpaksa.

Negeri ini murah senyum,
Bahkan untuk macet yang datang bertamu,
Menutup jalan untuk nikahan atau takziah,
Sebab bersabar sudah jadi budaya.

Tapi mengapa tak juga maju?
Mengapa muda-mudi masih bertaruh nasib?
Triliunan raib, korupsi berulang,
Namun kita hanya mengelus dada.

Mungkin, kita terlalu nyaman,
Dalam siklus yang terus berulang,
Hingga daya juang meredup pelan,
Dan negeri ini hanya jadi bayangan harapan.

Bukan Atlantis yang hilang,
Bukan utopia dalam kitab-kitab,
Hanya sebuah tanah yang terus mencari,
Kesejatian yang kian samar di ufuk pagi.

EndyNU