Arung Palakka Di Bumi Gowa

EndyNU:

Arung Palakka di Bumi Gowa

Di tanah Bone kau dilahirkan, Dalam gemuruh perang kau ditempa, Arung Palakka, sang penguasa, Namamu abadi dalam sejarah bangsa.

Gowa dan Bone bertahun berseteru, Luka menganga di tanah ibu, Namun wasiatmu berkata lain, Di Bontobiraeng kau ingin tenang.

Bukan pedang yang jadi tanda, Bukan perang yang membekas lama, Tapi ikatan darah yang menyatu, Menyudahi dendam yang membatu.

Imengkawani, sang adik raja, Penghubung dua kerajaan perkasa, Darahnya mengalir dalam sejarah, Mengurai benci, membangun asa.

Gowa bukan sekadar lawan, Bukan tempat musuh terpendam, Namun tanah damai terakhir, Tempat kau rehat, tak lagi berzikir.

Tak lagi ada perisai dan tombak, Tak ada perang, tak ada serak, Hanya tanah yang memeluk raga, Menyatu dengan takdir semesta.

Dulu kau menggetarkan bumi, Kini kau rebah dalam sunyi, Namun namamu tetap bergaung, Di tiap kisah yang orang kenang.

Bontobiraeng tempat peristirahatan, Di sana tak ada perlawanan, Hanya kedamaian yang kau impikan, Untuk negeri yang kau cintakan.

Gowa dan Bone kini bersatu, Dua kerajaan dalam satu waktu, Bukan lagi kisah sengketa, Tapi legenda yang penuh makna.

Arung Palakka, pahlawan abadi, Dalam ingatan tak akan mati, Kau ajarkan arti perdamaian, Bahwa luka bisa menjadi pelajaran.

Kini kau tidur dalam hening, Namun kisahmu tetap terjalin, Bukan sebagai raja yang menaklukkan, Tapi pemimpin yang mendamaikan.

Bumi Gowa mendekapmu erat, Sebagai tanda, sebagai syarat, Bahwa sejarah bukan tentang perang, Tapi bagaimana damai dikenang.