Serpihan Demokrasi
Iringan sirine menghiasi ruas jalan,
Menebar berita kesedihan,
Bumi Pertiwi merintih entah apa gerangan,
Anak bangsa mengaung di tengah jalan.
Ribuan hentakan kaki menggetarkan ibu kota,
Putaran roda ojol merangkul duka,
Duka peristiwa merenggut jiwa,
Tragedi yang menimpa anak bangsa.
Kibaran panji almamaterpun menghiasi seruan solidaritas,
Tuntutan di hari yang lalu teralihkan sepintas,
Tragis 28 Agustus malam jadi prioritas,
Sebagai bentuk anak bangsa merangkul solidaritas.
Para putra-putri bangsa berhadapan,
Bagai lautan manusia penuh kemarahan,
Wahai ibu Pertiwi jangan tidur kesiangan
Tunas generasi muda dalam kebingungan.
Wahai penguasa jagat,
Jangan kutuk negara kami dengan sumpah laknat,
Taburilah pemimpin dan rakyat ini penuh Hikayat,
Agar nusantara memakmurkan umat.
Jakarta, 28 Agustus 2025