Cahaya dari Sanusiyah
Cahaya dari Sanusiyah
Dalam sunyi malam dan riuh siang,
Terdengar lantang bisikan terang,
Sanusiyah, mutiara ilmu gemilang,
Menuntun jiwa menuju Tuhan nan lapang.
Bukan hanya huruf di atas kertas,
Namun cahaya dalam jiwa yang membekas,
Mengurai tauhid dengan bahasa yang jelas,
Menjaga iman dari arah yang bias.
Sifat-sifat Allah tertulis tegas,
Tiada serupa, tiada terbatas,
Dengan dalil aqli dan naqli yang luas,
Ia mengusir ragu dengan hujjah yang cerdas.
Para santri duduk bersila,
Menyimak kalam dengan hati terbuka,
Dari bait ke bait ilmu menyapa,
Menjadi cahaya yang tak pernah sirna.
Tiada dogma yang dibungkam bisu,
Tiap kalimat mengandung temu,
Antara akal dan wahyu bersatu,
Menjadi bekal di medan ilmu.
Imam Sanusi bukan sekadar nama,
Ia guru dalam lautan makna,
Membuka jalan ke tauhid utama,
Menjaga umat dari fitnah yang lama.
Dalam tiap lembar, ada hikmah tersembunyi,
Bukan hanya logika, tapi nurani,
Menumbuhkan iman yang hakiki,
Di tengah zaman yang kian sunyi.
Kitab ini seperti pelita di malam kelam,
Menyinari akal dan menyuburkan salam,
Menghapus gelap dari hati yang dalam,
Mengajak kembali pada fitrah Islam.
Oh Sanusiyah, engkau penjaga warisan,
Di antara debu zaman dan godaan,
Engkau mendidik dalam keimanan,
Menjadi warisan sepanjang zaman.
Dari pesantren ke pelosok bumi,
Namamu harum tak pernah mati,
Menjadi tanda umat yang berakhlak tinggi,
Dalam cinta ilmu yang hakiki.
Maka biarlah bait ini menjadi doa,
Untuk ilmu yang tak lekang oleh masa,
Santri dan guru dalam satu irama,
Menjaga tauhid dengan cinta dan setia.
Sanusiyah, engkau cahaya di dada,
Menuntun kami menuju Sang Pencipta,
Dalam ilmu, iman, dan takwa,
Engkau warisan yang tiada tara.