Pelita Ilmu dalam Lembaran Al-Majmu’
EndyNU
Pelita Ilmu dalam Lembaran Al-Majmu’
Di antara lembar dan tinta yang bersinar,
Tersusun hikmah dari hati yang sabar.
Imam Nawawi, sang pemilik jejak,
Menulis dengan cinta, bukan demi gemerlap.
Al-Majmu’, pelita yang tak pernah padam,
Menyinari jalan dalam kelamnya malam.
Fikih terurai dalam bahasa lembut,
Dalil dan logika berpadu dengan halus.
Bukan sekadar hukum dan fatwa,
Tapi adab, keikhlasan, dan jiwa yang mulia.
Setiap pendapat dibuka lebar,
Menghormati ulama, namun tak takut benar.
Ia ajarkan kita ijtihad yang bijak,
Bahwa syariat bukan kerangkeng yang kaku dan rapat.
Namun jalan cahaya menuju maslahat,
Dengan kasih, logika, dan akhlak yang kuat.
Pesantren-pesantren menjadikannya pedoman,
Membangun santri dalam lautan pengetahuan.
Tak hanya cerdas, tapi juga tawadhu,
Tak hanya tahu, tapi juga bersujud syahdu.
Dalam Al-Majmu’, bukan hanya fikih tertulis,
Tapi semangat hidup yang tak pernah habis.
Mengabdi pada ilmu tanpa pamrih,
Mengajar umat dengan cinta yang bersih.
Wahai pembaca yang menatap tulisannya,
Jangan hanya hafal, tapi resapi maknanya.
Karena setiap huruf adalah doa,
Dan setiap baris adalah lentera tak fana.
Terima kasih, wahai sang alim sejati,
Yang mengajarkan fikih dengan hati suci.
Kami teruskan jejakmu di zaman ini,
Menjaga syariat dalam damai dan harmoni.