Bina’ dan Ma’na dalam Bait Kata
EndyNU
Bina’ dan Ma’na dalam Bait Kata
Di pesantren sunyi bersujud kata,
mengalun ilmu dari langit pertama.
Sharaf Bina’, bangun bentuk nan indah,
Ma’ani mengalir bagai cahaya yang ramah.
Dari fi’il madhi ke fi’il amr,
wazan-wazan menari dalam sabar.
Isim fa’il dan ism maf’ul bersahutan,
menyuarakan makna yang tersembunyi dalam diam.
Bukan sekadar huruf bertukar rupa,
namun makna menjelma cahaya.
Dari fa’ala ke yuf’ilu,
ada rahasia Tuhan yang tak terpilu.
Di balik perubahan kata yang ringkas,
terhampar hikmah dalam setiap tafsiran jelas.
Santri mendengar, menulis, menghafal,
dengan cinta yang tak pernah pudar dan batal.
Bina’ menata akal, Ma’ani membentuk nurani,
bahasa Arab pun jadi taman ilham yang murni.
Dalam kitab tua bersampul debu,
tersimpan mutiara lebih berharga dari batu.
Sharaf bukan sekadar ilmu struktur,
tapi seni yang agung dan jujur.
Setiap akar kata yang digali,
membawa pelajar makin mendekati ilahi.
Di halaqah malam yang lengang,
kitab ini bersuara tenang.
Menuntun lidah mengucap benar,
menuntun hati menyerap sabar.
Bukan hanya bunyi yang dijaga,
tapi makna yang suci dan bermakna.
Karena kata dalam Islam tak hampa,
ia jembatan menuju yang Esa.
Wahai Bina’, wahai Ma’ani,
engkaulah lentera dalam gelap insani.
Kami jaga baitmu dalam dada,
kami junjung ilmumu sebagai pusaka.
Di balik perubahan fi’il dan ism,
tersimpan gerak semesta yang hakim.
Dan santri pun paham di ujung malam,
bahwa belajar sharaf adalah zikir yang dalam.