Cahaya Ringkas dalam Mukhtashar al-Jami
Cahaya Ringkas dalam Mukhtashar al-Jami’
Oleh:Zaenuddin Endy
Di lembaran sunyi kutemukan cahaya,
Mukhtashar al-Jami’, mutiara mulia.
Tak tebal tubuhmu, namun luas makna,
Hadis Nabawi bersemayam di dalamnya.
Laksana bintang di malam buta,
Petunjuk Nabi menyinar jiwa.
Satu demi satu kutatap sabda,
Menuntun langkah, membimbing rasa.
Tak panjang kata, namun padat makna,
Setiap huruf bernapas hikmah.
Akhlak terjalin, ibadah terbina,
Muamalah dan iman bertumbuh bersahaja.
Santri memelukmu dengan setia,
Di pondok sunyi, dalam doa-doa.
Mengaji perlahan, menyimak sabda,
Hingga cinta Rasul tumbuh membara.
Engkau ringkas, namun tak dangkal,
Engkau lembut, namun tak gentar.
Menghimpun ajaran yang universal,
Menjadi lentera di zaman yang pudar.
Wahai kitab kecil berisi samudra,
Engkau lah lidah Nabi yang berkata.
Dalam baitmu, kurasa suara,
Yang menggugah hati tuk lebih peka.
Di antara dinding dan tikar usang,
Namamu terlantun dalam terang.
Membentuk insan penuh kasih dan bimbang,
Namun yakin berjalan dalam petunjuk yang tenang.
Para ulama menjadikanmu permata,
Dikaji, disyarah, diterjemah makna.
Agar umat tak kehilangan cahaya,
Di tengah zaman yang mudah tergoda.
Mukhtashar al-Jami’, engkau penjaga,
Sunnah Nabi dalam lembar sederhana.
Namun dari sinimu tumbuh cinta,
Yang mengakar dalam jiwa merdeka.
Engkau bukan sekadar kitab di rak,
Namun teman setia saat jiwa sesak.
Penawar resah, penguat langkah,
Menuju surga dengan akhlak yang tegak.
Wahai penuntut ilmu, peganglah erat,
Mukhtashar al-Jami’ warisan yang tepat.
Ia kecil di tangan, namun luas di batin,
Menjadi bekal hingga akhir hayat dan yakin.