Tuhfah al-Murid: Lentera Tauhid
EndyNU
Tuhfah al-Murid: Lentera Tauhid
Tuhfah al-Murid, mutiara yang mulia,
mengurai tauhid dalam cahaya makna.
Bukan sekadar syair kosong tanpa suara,
tapi gemuruh akal menuju samudera rasa.
Syekh Bajuri, pena bijak nan lurus,
menuntun jiwa dalam jalur yang halus.
Ia bicara tentang Tuhan yang Esa,
dengan akal, wahyu, dan cinta yang nyata.
Dari bait ke bait, terang menjelma,
menjawab syubhat yang lama meresah jiwa.
Bukan dengan murka atau celaan dusta,
tapi dengan hikmah dan dalil yang nyata.
Sifat Tuhan tak bisa disamakan,
tak pula dibiarkan tanpa pemahaman.
Tuhfah mengajarkan jalan pertengahan,
antara tajsim dan tafwidh yang menyesatkan.
Tauhid bukan hanya di lidah,
tapi akal, hati, dan amal pun ikut pasrah.
Ia pondasi bagi hidup yang berkah,
mengenal Allah dalam cinta yang indah.
Dalam lembar-lembar klasik bersajak,
berdenyut pemikiran tajam tak retak.
Menyentuh logika, menyejukkan batin,
membimbing santri di setiap angin.
Ia bukan hanya buku tua yang usang,
tapi pelita zaman yang terus gemilang.
Membuka jalan di tengah keraguan,
menuntun hati menuju keimanan.
Tak hanya soal surga atau neraka,
tapi bagaimana mengenal yang Maha Sempurna.
Tuhfah mengajarkan makna yang dalam,
bahwa akidah harus kuat dan tenteram.
Ia bukan hafalan semata,
tapi renungan panjang penuh makna.
Membangun karakter dan akhlak mulia,
menanam iman dalam jiwa manusia.
Wahai murid yang haus cahaya,
baca Tuhfah dengan hati yang terbuka.
Jangan kau buru-buru mengerti semua,
biarlah makna tumbuh bersama doa.
Tuhfah al-Murid, engkau warisan suci,
dari ulama bagi umat penuh janji.
Dalammu ada cahaya tak terperi,
menuntun hamba menuju ridha Ilahi.