Keren! Ponpes Al-Junaidiyah Biru Jadi Pilot Project Pesantren Ramah Anak

Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Junaidiyah Biru, lembaga pendidikan Islam yang berbasis di Kabupaten Bone terpilih menjadi salah satu lokus percontohan (piloting) pendampingan Pesantren Ramah Anak di tingkat nasional.

Legalitas penunjukan ini tertuang secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Nomor 965 Tahun 2026.

Langkah ini menjadi babak baru bagi dunia pesantren untuk membuktikan bahwa pendidikan berbasis agama dan kedisiplinan tinggi dapat berjalan selaras dengan pemenuhan hak-hak anak.

Menanggapi amanah besar tersebut, Pimpinan Ponpes Modern Al-Junaidiyah Biru, Dr. H. Abul Khair, M.Sy, menyatakan bahwa seluruh elemen pondok menyambut baik dan siap memberikan komitmen penuh.

Ia menegaskan, status sebagai proyek percontohan ini bukan sekadar label, melainkan tanggung jawab moral yang besar.

“Kami bersiap menghadapi penilaian sebagai piloting Pesantren Ramah Anak. Segala instrumen, baik dari segi pengasuhan, fasilitas, hingga kurikulum yang responsif terhadap hak anak, terus kami matangkan,” ujar Dr. H. Abul Khair.

Program Pesantren Ramah Anak yang diinisiasi oleh Kemenag RI ini merupakan respons adaptif terhadap tantangan zaman. Selama ini, publik kerap disuguhi stigma negatif mengenai pola pengasuhan pesantren yang dianggap kaku.

Melalui program piloting ini, Kementerian Agama ingin menciptakan standardisasi baru, di mana pesantren menjadi ruang yang aman dan nyaman, bebas dari segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan fisik, maupun verbal.

Melalui piloting ini pula, pesantren diharap dapat mendukung tumbuh kembang, dengan memberi ruang bagi santri untuk mengeksplorasi potensi akademik dan minat bakat mereka secara sehat.

Selain itu pula, pesantren juga diharap dapat berpartisipasi aktif, dengan mendengar suara dan keluhan santri sebagai bagian dari evaluasi tata kelola pondok.

Terpilihnya Al-Junaidiyah Biru menjadi bukti nyata bahwa pesantren ini memiliki manajemen internal yang sehat dan terbuka terhadap transformasi positif.

Dengan adanya penilaian dan pendampingan intensif ke depan, Ponpes Modern Al-Junaidiyah Biru diharap tidak hanya sukses melewati fase standardisasi, tapi juga mampu menjadi role model (panutan) bagi pesantren-pesantren lain, khususnya di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur, dalam mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang humanis dan berkemajuan.