Keberanian Umar bin Khattab
EndyNU:
Keberanian Umar bin Khattab
Di masa jahiliah ia dikenal garang,
Tegas, kuat, tak kenal gentar,
Namun cahaya Islam datang menyinar,
Menjadikannya pemimpin yang disegani orang.
Saat yang lain sembunyi dalam gelap,
Ia berdiri di tengah terang,
Menyatakan iman tanpa rasa takut,
Menantang siapa pun yang datang mengadang.
Di medan perang ia bagaikan singa,
Tak mundur walau nyawa taruhannya,
Di Badar, Uhud, dan Khandaq ia berjuang,
Demi Islam, demi Tuhan yang Esa.
Tak hanya berani mengangkat pedang,
Namun juga dalam menegakkan hukum,
Anaknya dihukum tanpa pandang,
Karena baginya, adil adalah yang utama di dalam hukum.
Tak gentar ia hadapi kritik,
Suaranya lantang, hatinya teguh,
Mengakui salah tanpa rasa takut,
Karena baginya, kebenaran mutlak harus dijunjung.
Ancaman pembunuhan tak buatnya surut,
Ia tetap berjalan di tengah rakyat,
Tak berlindung di balik istana megah,
Karena percaya, Allah penjaga yang kuat.
Saat kunci Baitul Maqdis ia genggam,
Ia datang dengan pakaian sederhana,
Bukan emas, bukan mahkota,
Hanya hati yang penuh takwa.
Ketika lapar melanda negeri,
Ia kurangi makan, tak mementingkan diri,
Rakyatnya lebih utama baginya,
Karena kepemimpinan adalah amanah sejati.
Namanya abadi dalam sejarah,
Sebagai pemimpin yang gagah berani,
Bukan hanya pedang yang tajam ia genggam,
Namun juga keadilan dan nurani.
Wahai Umar, teladan kami,
Keberanianmu jadi inspirasi,
Tak hanya di medan laga engkau pahlawan,
Namun juga dalam kebenaran dan keadilan sejati