Alumni Ponpes Modern Al-Junaidiyah Biru Bone Dikukuhkan sebagai Guru Besar di UIN Palopo

Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Lima Guru Besar di Auditorium Phinisi Kampus II, Sabtu (4/10/25).

Salah satu yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. H. Muhaemin, M.A., alumni Pondok Modern Al-Junaidiyah Biru Bone, yang kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Palopo sekaligus Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Islam.

Dalam pidato pengukuhannya berjudul “Mursyid Digital bagi Guru Pendidikan Agama Islam di Era Kecerdasan Buatan,” Prof. Muhaemin menegaskan pentingnya transformasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah revolusi digital yang masif.

“Guru PAI hari ini tidak cukup menjadi mu‘allim atau murabbi. Mereka harus menjadi mursyid digital — pembimbing ruhani yang menebar nilai-nilai Islam di ruang maya,” ujarnya di hadapan Senat Universitas, Rektor, para guru besar, dan tamu kehormatan.

Menurutnya, mursyid digital merupakan sintesis antara bimbingan spiritual, literasi digital, dan keteladanan etis.

“Transformasi digital harus diiringi transformasi akhlak. Teknologi hanyalah wasilah, bukan tujuan. Ruh pendidikan Islam tetap terletak pada pembentukan adab,” tegasnya.

📚 Dirjen Pendis: PAI Harus Kontekstual dan Berdampak

Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., yang mengapresiasi gagasan mursyid digital sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai Islam di era kecerdasan buatan.

“PAI tidak cukup dengan metode hafalan. Ia harus menjadi sesuatu yang aktual dan memberi dampak nyata bagi kehidupan sosial dan kemajuan bangsa,” ujar Prof. Suyitno.

________________________________________

👨‍🏫 Profil Akademik Prof. Muhaemin

Lahir di Camming, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tahun 1979, Prof. Muhaemin menempuh pendidikan dasar keagamaannya di Pondok Modern Al-Junaidiyah Biru Bone.

Selama menempuh pendidikan di pondok modern ini, ia dibekali dengan dasar bahasa Arab, kajian kitab kuning, keterampilan berdakwah, dan komunikasi, yang menjadi modal penting untuk menapaki jenjang akademik hingga meraih gelar Guru Besar.

Ponpes Modern Al-Junaidiyah Biru dikenal sebagai salah satu pesantren modern di Sulawesi Selatan yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama tradisional dan keterampilan praktis, termasuk kemampuan berbahasa Arab, penguasaan kitab kuning, serta pembinaan dakwah dan kepemimpinan santri.

Pesantren ini telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di dunia pendidikan, dakwah, dan lembaga keagamaan di tingkat nasional.

Pimpinan pondok, Dr. KH. Abul Khair Khuzaifah, M.H.I., memberikan ucapan selamat atas pengukuhan ini:

“Kami bersyukur dan bangga melihat salah satu putra terbaik Pondok Modern Al-Junaidiyah berhasil mencapai puncak akademik sebagai Guru Besar. Semoga kiprah Prof. Muhaemin terus menjadi teladan dan membawa manfaat bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia,” ujar Dr. KH. Abul Khair Khuzaifah.

Setelah menamatkan pendidikan di pondok, Prof. Muhaemin melanjutkan studi S1 di IAIN Watampone, S2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan meraih gelar Doktor dalam bidang Pendidikan Islam di usia 30 tahun di bawah bimbingan Prof. Dr. Azyumardi Azra dan Prof. Dr. Abuddin Nata.

Sejak 2005, ia mengabdi sebagai dosen tetap di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Palopo. Karier akademiknya terus menanjak hingga ditetapkan sebagai Guru Besar pada 1 Oktober 2023 oleh Menteri Agama RI.

Sebelum menjabat Direktur Pascasarjana UIN Palopo (2023–sekarang), ia juga pernah menjadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama (2019–2023).

Bidang keilmuan yang digelutinya mencakup pendidikan agama Islam, moderasi beragama, pendidikan multikultural, dan penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam.

Publikasi ilmiahnya, baik buku maupun artikel jurnal terakreditasi, menjadi rujukan penting bagi akademisi dan praktisi pendidikan di Indonesia.

________________________________________

🎓Rektor: Dari Balandai untuk Nusantara

Dalam sambutannya, Rektor UIN Palopo menegaskan bahwa seluruh pidato guru besar akan dihimpun dan diterbitkan dalam satu buku bertema “Dari Balandai untuk Nusantara.”

Menurutnya, gagasan para guru besar adalah warisan intelektual kampus yang mencerminkan kontribusi nyata UIN Palopo dalam memperkuat tradisi keilmuan Islam di tingkat nasional.