Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin: Mahasiswa Harus Miliki Ilmu, Iman, dan Akhlak yang Baik

 

Makassar, 19 Juni 2026 – Pembukaan kegiatan CBT X yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di Gedung Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para mahasiswa baru peserta program Character Building Training (CBT) yang menjadi salah satu program unggulan Ma’had Al-Jami’ah dalam membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa.

Dalam sambutannya, Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Syahruddin Usman, menegaskan bahwa Ma’had Al-Jami’ah memiliki tiga program utama yang menjadi fondasi pembinaan mahasiswa, yaitu Character Building Training (CBT), Program Intensif Bahasa Asing (PIBA), dan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).

Menurutnya, ketiga program tersebut dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kompetensi keagamaan, kemampuan bahasa asing, serta karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Di Ma’had ini terdapat tiga program utama, yaitu CBT, PIBA, dan BTQ. Ketiga program ini menjadi instrumen penting dalam membentuk kualitas mahasiswa UIN Alauddin Makassar,” ujarnya di hadapan peserta CBT X.

Lebih lanjut, Prof. Syahruddin menjelaskan bahwa program BTQ menjadi salah satu prioritas utama dalam penguatan kompetensi keagamaan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa seluruh mahasiswa UIN Alauddin Makassar diharapkan memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an, setidaknya Juz 30.

“Insya Allah seluruh mahasiswa UIN adalah penghafal Al-Qur’an, minimal penghafal Juz 30. Mahasiswa tidak bisa menyelesaikan studinya di UIN jika belum memenuhi ketentuan hafalan Juz 30 tersebut,” tegasnya.

Komitmen tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari visi UIN Alauddin Makassar untuk melahirkan sarjana yang memiliki kedalaman spiritual dan kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai sumber utama nilai dan pedoman hidup.

Selain BTQ, program PIBA juga menjadi perhatian serius pihak Ma’had. Melalui program ini, mahasiswa dibekali kemampuan berbahasa Arab maupun bahasa Inggris sebagai modal penting dalam pengembangan akademik dan daya saing global.

“Kami berharap seluruh mahasiswa UIN dapat menguasai bahasa Arab atau bahasa Inggris. Kemampuan bahasa menjadi kebutuhan penting di era globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penguasaan bahasa asing akan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa terhadap berbagai literatur ilmiah, peluang pendidikan lanjutan, serta jejaring internasional.

Sementara itu, program CBT difokuskan pada pembentukan karakter mahasiswa. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, etika, dan akhlak mulia yang menjadi ciri khas lulusan perguruan tinggi Islam.

Menurut Prof. Syahruddin, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual semata, tetapi juga dari kualitas karakter yang dimiliki oleh mahasiswa.

“CBT hadir untuk membangun karakter yang baik bagi mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan memiliki akhlak dan etika yang baik dalam kehidupan kampus maupun di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta CBT X agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan mematuhi arahan para mentor yang telah ditunjuk untuk membimbing mereka selama proses pelatihan berlangsung.

“Patuhilah para mentor yang akan membimbing kalian. Ikuti seluruh proses pembelajaran dan pembinaan dengan baik agar memperoleh manfaat yang maksimal,” pesannya.

Para mentor, menurutnya, bukan hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan dan pendamping dalam proses pembentukan karakter mahasiswa.

Melalui sinergi antara program BTQ, PIBA, dan CBT, Ma’had Al-Jami’ah berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa yang unggul secara akademik, kuat dalam spiritualitas, serta berakhlak mulia.

Di akhir sambutannya, Prof. Syahruddin menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di UIN Alauddin Makassar adalah mencetak insan akademik yang seimbang antara kecerdasan intelektual, kedalaman iman, dan kemuliaan akhlak.

“Harapan kita bersama, mahasiswa UIN Alauddin Makassar tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan yang luas, tetapi juga memiliki iman yang kuat dan akhlak yang baik. Itulah karakter lulusan yang ingin kita wujudkan,” pungkasnya.

Pembukaan CBT X tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar untuk terus membina mahasiswa agar tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, berwawasan luas, religius, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa, negara, dan agama.

error: Content is protected !!